RSS

Bukit Bengapan Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai

Petak Malai – Keindahan panorama alam, ragam jenis pepohonan, pesona anggrek spesies dan variasi jenis serangga di Bukit Bengapan desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai  merupakan potensi wisata alam yang sayang jika tidak dikelola dan dikembangkan. 
Admin bersama rombongan saat tiba di puncak Bukit Bengapan
Bukit Bengapan, adalah salah satu bukit yang terletak di Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Tempat ini selain memiliki puncak dengan pemandangan alam yang bagus juga kerap digunakan untuk keperluan upacara adat masyarakat setempat.  Karenanya bagi masyarakat sekitar Bukit Bengapan sudah cukup dikenal.

Pemandangan Alam Dari Puncak Bukit Bengapan
Untuk menuju lokasi kita bisa menggunakan transportasi darat  dari Kasongan, Ibu kota Katingan menuju Desa Batu Tukan dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam.  Rutenya yakni, Kasongan-Tumbang  Kaman- Tumbang Manggu-Batu Tukan, disarankan bagi yang ingin kelokasi menggunakan kendaraan pribadi atau carter (bisa roda 2 ataupun roda 4). 
Pemandangan dari puncak Bukit Bengapan dari sisi yang lain
Sesampainya di Batu Tukan, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi air baik berupa perahu ces, kelotok ataupun alkon ketiganya sama-sama perahu bermesin namun beda ukuran dan jenis mesin saja. Biasanya sebelum berangkat para pelancong melapor dulu ke kepala desa atau tetua desa perihal keperluan dan jumlah rombongan yang akan naik ke Bukit Bengapan.
Perjuangan Tim Saat Mendaki Bukit Bengapan
Waktu tempuh dari desa Batu Tukan ke kaki bukit Bengapan kurang lebih 10-15 menit, selanjutnya perjalanan menuju puncak bukit dilanjutkan dengan berjalan kaki. Meski harus melalui medan yang cukup sulit namun mereka yang pernah mendaki bukit ini mengaku puas dengan sajian panorama alam puncak Bukit Bengapan. Selain bisa melihat desa terdekat, dari atas puncak kita juga bisa melihat bukit lain seperti Bukit Tandu dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.

Sebelum pulang biasanya para pengunjung bukit menyempatkan diri untuk mampir di “Telaga antang patahu”  yaitu sebuah lokasi mata air dimana airnya berwarna merah. Air ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit oleh karenanya bagi mereka yang percaya selalu menyempatkan diri mencuci muka atau meminta air di telaga ini.

Baca SelengkapnyaBukit Bengapan Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Samber Gelap Kotabaru

Pulau Samber Gelap belakangan mulai mencuat kepermukaan setelah beberapa wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut dibuat takjub dan terkesima. Karena kagum ada pulau seindah itu di Kalimantan Selatan, mereka baik secara sadar atau tidak telah mempromosikan tempat yang disebut-sebut sebagai salah satu "surga" tersembunyi itu. Bahkan beberapa diantara mereka memang sengaja mempromosikannya melalui blog dan sosial media sebagai salah satu tempat yang wajib untuk di kunjungi.
Objek Wisata Samber Gelap Kotabaru
Pulau Samber Gelap - Kotabaru Kalimantan Selatan

Saya sendiri belum pernah ke pulau ini, namun cerita dari om Ahyadi Hasyim salah satu "Wildlife Photographer" asal Kotabaru yang beberapa waktu lalu ngeTrip ke Pulau Samber Gelap benar-benar membuat saya iri. 

Pulau Samber Gelap terletak di sebelah Utara Pulau Sebuku, luasnya hanya sekitar 5 Ha. Namun memiliki pantai berpasir putih yang bersih dan lembut serta pemandangan bawah laut yang tak kalah dengan Bunaken ataupun Derawan. Pulau ini dikelilingi oleh tiga pulau yaitu Pulau Melangko, Sawa dan Meraeng. Fishing atau wisata memancing adalah aktifitas lain yang bisa dinikmati wisatawan di pulau ini. Selain memancing wisatawan juga dapat mengamati proses penyu bertelur di pantai pada malam hari. 

Untuk mencapai lokasi, wisatawan bisa menggunakan speedboat dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam dari ibukota kabupaten Kotabaru atau menggunakan kapal perintis dengan tujuan Denawan dengan waktu perjalanan setidaknya 9 jam. Untuk lebih asiknya disarankan trip kepulau ini sebaiknya dilakukan pada bulan April, Mei, Oktober, November dan Desember dimana angin yang bertiup yaitu "angin Barat".

Karena daya tarik dan keindahan pulau ini, Dinas Kelautan dan Perikanan rencananya bekerjasama dengan pengelola pulau untuk mengembangkannya sebagai tujuan wisata baik nasional maupun internasional.

Saya sendiri setuju-setuju saja pulau indah ini di kembangkan sebagai objek wisata, namun satu yang harus menjadi perhatian pengelola nantinya adalah kehadiran wisatawan hendaknya tidak mengganggu keseimbangan pulau, khususnya ekosistem yang ada. Karena pulau ini selain menjadi tempat bertelur penyu juga habitat terumbu karang. Sungguh ironis jika dengan dikembangkannya Samber Gelap justru menjadi petaka bagi biota di pulau tersebut.

Foto/teks : Surya Fotografi/mj
Referensi : Bpost edisi 4/6/14 dan www.bappeda-kotabaru.info
Baca SelengkapnyaPulau Samber Gelap Kotabaru

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teluk Tamiang, Potensi Wisata Yang Belum Tergali

Bicara soal objek wisata, Kalsel sebenarnya tidaklah kalah dari dari daerah lain. Hanya saja pengembangan dan pengelolaan yang dilakukan pemerintah daerah belum optimal. Padahal ada banyak tempat berpotensi menjadi tujuan wisata yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya sebut saja Teluk Tamiang.
Teluk Tamiang Kalsel
Pantai Teluk Tamiang

Teluk Tamiang adalah salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Penduduk desa ini umumnya adalah suku Bugis Mandar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tradisional sedangkan untuk bahasa sehari-hari masyarakat disana menggunakan bahasa Bugis.
Foto-foto teluk tamiang Kotabaru
Masyarakat teluk tamiang
Suguhan pemandangan pantai pasir putih, laut dan langit biru serta rutinitas kehidupan masyarakat Teluk Tamiang akan menjadi sebuah pengalaman mengesankan yang sulit didefinisikan dengan kata-kata. Bagi anda pengagum keindahan bawah laut, air laut yang jernih akan mempertontonkan pesona terumbu karang yang beraneka bentuk dan warna. Sayangnya untuk anda yang ingin ber snorkling dan diving harus membawa peralatan sendiri karena tidak ada tempat penyewaan alat snorkling dan diving didesa ini seperti di Pantai Angsana.
Unit Pembenihan Ikan teluk tamiang kotabaru
Balai Pembenihan Ikan Teluk Tamiang
Tidak sekedar berwisata, jika anda ingin menambah wawasan tentang cara pembibitan atau pembenihan ikan di desa Teluk Tamiang ada sebuah unit Pembenihan Ikan. Di sini anda bisa menambah wawasan dengan melihat dan belajar proses pembenihan ikan di Balai Benih Ikan Pantai Kotabaru.

Namun meski Teluk Tamiang memiliki panorama menakjubkan, daerah ini masih belum dikembangkan sebagai objek wisata sehingga belum ada fasilitas yang memadai untuk para pengunjung atau wisatawan. Untuk menginap ada dua pilihan, pertama di penginapan yang terletak di Lontar (Ibu kota kecamatan), jaraknya kurang lebih 15 km sebelum Teluk Tamiang. Alternatif lain yaitu di rumah Kepala Desa Tamiang.

Teks/Foto : Mj/Pandu Satria (sisi-lain-teluk-tamiang.blogspot.com)

Baca SelengkapnyaTeluk Tamiang, Potensi Wisata Yang Belum Tergali

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Kembang, Pilihan Rekreasi Warga Banjarmasin

Pulau kembang adalah salah satu objek wisata yang berada  di tengah sungai Barito yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Taman Wisata Alam Pulau Kembang  ditetapkan sebagai hutan wisata berdasarkan keputusan surat keputusan menteri  pertanian No.778/Kptsum12/1976 dengan luas 60 Ha. Taman Wisata Alam ini terletak disebelah barat kota Banjarmasin dan berdekatan dengan salah satu objek wisata lainnya yaitu Pasar Terapung.

yang mernarik dari objek wisata pulau kembang
Altar Pulau Kembang

Terbentuknya Pulau Kembang menurut masyarakat sekitar berasal dari bangkai kapal inggris yang tenggelam ketika terjadi peperangan pada masa kerajaan. Bangkai kapal yang tenggelam tersebut lama-kelamaan menyebabkan berbagai materi organik dan non organik yang terbawa arus air menumpuk. Seiring berjalannya waktu akhirnya tumpukan tersebut ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan. Sedangkan asal-usul penamaan “Pulau Kembang” sendiri bukanlah karena dipulau ini banyak ditemukan bunga atau kembang, melainkan dulu banyak pengunjung yang ingin melakukan nazar (memohon doa) selalu membawa untaian kembang sehingga setiap orang yang melintas akan melihat banyak tumpukan kembang/bunga. Karenanya dinamailah pulau tersebut dengan nama Pulau Kembang.


tujuan wisata di Kalimantan Selatan
Objek wisata Pulau Kembang

Hutan Wisata Pulau Kembang merupakan habitat bagi kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Hewan primata yang satu ini sangat adaftif dengan kebudayaan manusia, di lokasi wisata kera-kera ini kerap menyambangi para pelancong bahkan terkadang berani mencuri bawaan pengunjung yang dikira makanan. Adapun asal-usul kera di pulau ini menurut masyarakat diceritakan salah satu keturunan raja di daerah Kuin tidak dikaruniai anak. Menurut ramalan ahli nujum kalau ingin punya anak harus berkunjung ke Pulau Kambang dengan mengadakan upacara badudus (mandi-mandi). Anjuran tersebutpun dipenuhi setelah mengadakan upacara di Pulau Kambang itu, tak lama kemudian istri keturunan raja tersebutpun ahkhirnya dikaruniai keturunan. Begitu gembira dan bahagianya keluarga raja dengan kehadiran anak yang dinanti-nantikan, maka raja yang berkuasa memerintahkan petugas kerajaan untuk menjaga pulau tersebut agar tidak ada yang merusak atau mengganggunya.
yang menarik dari pulau kembang
Fauna objek wisata Pulau Kembang
Petugas kerajaan yang mendapat perintah menjaga pulau tersebutpun akhirnya berangkat dan membawa dua ekor kera besar, jantan dan betina yang diberi nama si Anggur. Konon menurut ceritanya setelah sekian lama petugas kerajaan ini menghilang secara gaib, tak diketahui kemana perginya. Sedangkan Kera yang ditinggalkannya beranak pinak dan menjadi penghuni pulau kambang. Dahulu para pengunjung kepulau ini masih bisa melihat Si Anggur yang memang berbeda dengan kera-kera lainnya. 
objek wisata yang ada di kalimantan selatan
Objek wisata pulau kembang
Keunikan dari kera-kera ekor panjang di pulau ini adalah pembagian shift mereka selama berada di lokasi wisata. Berdasarkan hasil pengamatan yang pernah dilakukan oleh mereka yang perhatian terhadap keberadaan warik di pulau kambang ini diketahui ada dua kumpulan kera yang keluar dari persembunyiannya secara bergantian. Rombongan kera pertama yang keluar sekitar pukul 05.00 s.d. l3.00 dan setelah itu disambung oleh kumpulan kera sip kedua yang berada di tengah pengunjung pulau kambang. Kadangkala sering terjadi kegaduhan ketika kelompok sip pertama tidak menaati ketentuan batas waktu tersebut dan kelompok lainnya berusaha mengusir mereka masuk kedalam hutan.

Di kawasan ini juga terdapat salah satu hewan endemik Kalimantan yang dijadikan maskot Kalimatan Selatan yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Bekantan adalah jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Perbedaan Bekantan dengan monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. 

Beberapa hewan khas lainnya yang menjadi habitat Pulau Kembang antara lain adalah Bajing Tanah, Elang Abu-abu, dan Kura Pipi Putih, serta Ikan Gelodok.

Bajing Tanah (Lariscus insignis)
Bajing Tanah adalah salah satu mamalia yang tergolong binatang pengerat. Binatang  ini aktif mencari makan pada siang hari dan cukup tolerant terhadap habitat daerah pasang surut di kawasan ini. Bajing tanah termasuk kedalam daftar salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Selain Bajing tanah juga banyak terdapat jenis tupai biasa atau Bajing Kelapa.

Elang Abu-abu (Butastur indicus)
Salah satu elang jenis raptor yang biasa bermigrasi, jadi jeni ini bukan asli dari Indonesia melainkah hanya pendatang saat terjadi musim dingin di tempat asalnya berkembang biak. Burung Elang ini berukuran sedang sekitar 45 cm. Berwarna kecoklatan dengan dagu putih yang mencolok, disertai garis hitam di tengah kerongkongan dan kumis hitam. Bagian sisi kepala kehitaman, dimana bagian atasnya bercoret dan bergaris kehitaman. Dada coklat bercoret hitam, sedangkan tubuh bagian bawah lain bergaris-garis coklat kemerahan. Meski cuma burung jenis migran, Elang Abu-abu atau Elang Kelabu ini juga termasuk kedalam salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. 

Kura Pipi Putih (Siebenrockiella crassicollis)
Salah satu reptil bercangkang yang menghuni kawasan wisata ini adalah Kura Pipi Putih (Siebenrockiella crassicollis), Kura yang dominan warnanya adalah hitam ini biasanya memiliki pola berwarna putih atau pucat pada bagian pipinya, mungkin itulah yang menjadi alasan orang menamainya Kura Pipi Putih. Hewan yang cangkangnya hanya berukuran sekitar 20 cm ini lebih suka memakan ikan, udang ataupun aneka siput namun terkadang juga ditemukan memakan buah-buahan dan dedaunan. Keberadaan populasinya yang semakin terancam karena perubahan dan alih fungsi habitatnya serta perdagangan membuat Uni Konservasi Dunia ( IUCN) memasukannya kedalam katagori rentan (vulnerable). Selain Kura Pipi Putih, kawasan ini juga menjadi habitat Kura Ambon (Cuora amboinensis).


Ikan Ikan Gelodok/ Timpakul (Periophthalmus sp)
Bagi anda yang belum pernah atau jarang melihat ikan Glodok (Periophthalmus sp) (Masyarakat setempat menyebutnya Timpakul ) secara langsung maka disini berbagai variasi ukuran ikan Glodok bisa dijumpai. Ikan Glodok adalah salah satu jenis ikan yang bisa tinggal diluar air dalam beberapa waktu. Ia mampu beradaptasi dengan lingkungan darat sehingga saat diluar air pernapasannya tidak lagi menggunakan insang tetapi melalui permukaan kulit dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya. Ikan-ikan ini akan keluar pada saat permukaan air surut, dimana mereka akan berjalan sambil melompat-lompat diatas permukaan lumpur diantara akar-akar mangrove. 
Tidak hanya itu, jika beruntung pengunjung juga bisa menjumpai beberapa jenis reptil penghuni kawasan taman wisata alam Pulau Kembang seperti Biawak (Varanus salvator), berbagai jenis ular misalnya  Sanca (Python reticulatus), Ular tambang(Dendrelaphis pictus), Ular cincin mas (Boiga dendrophila), dan lain-lain. 

Menuju Objek  Wisata Pulau Kembang
Cara untuk mencapai Lokasi Wisata Pulau Kembang yaitu dengan mencarter perahu (kelotok). Dua alternatif start atau keberangkatan yang umum di pilih adalah  start dari dermaga Pantai Jodoh, yang mana cukup dengan membayar sekitar Rp. 250-300 ribu anda sudah bisa berkeliling dan menikmati Taman Wisata Pulau Kembang. 

Start kedua anda bisa menempuh rute darat terlebih dahulu yaitu dengan menaiki angkot atau taxi menuju Jalan Pangeran, dan turun di dermaga dekat Makam Sultan Suriansyah. Selanjutnya dari sini anda bisa menyewa kelotok dengan tarif yang lebih murah antara 100-150 ribu untuk menuju Pulau Kembang Pulang Pergi. Sebelum memasuki area wisata, setiap pengunjung diwajibkan membeli karcis masuk seharga Rp 5000,- perorang untuk wisatawan  lokal atau seharga Rp 25.000,- untuk wisatawan asing (turis).

Note : tulisan ini pernah diterbitkan di majalah Flona.
Baca SelengkapnyaPulau Kembang, Pilihan Rekreasi Warga Banjarmasin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Potensi Pulau Telo Sebagai Objek Wisata

Pulau Telo adalah nama tiga pulau (delta) yang terletak di terletak di kecamatan Selat kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Nama telo kemungkinan di ambil dari bahasa setempat (telo = tiga) karena ada tiga pulau yang berdekatan. Saat pertama kali merantau menginjakan kaki di Pulau Telo, yang terlintas adalah tempat ini sebenarnya bisa menjadi objek wisata yang cukup menarik jika di kelola dengan serius. Potensi pulau-pulau ini untuk di kembangkan menjadi tujuan wisata sangat terbuka lebar. 
objek wisata pulau telo
Pulau Telo, Kapuas
Jika ketiga pulau ini di kembangkan sedikit banyak perekonomian dan perkembangan desa Pulau Telo yang berada tidak jauh dari lokasi akan turut terangkat.  Desa yang Menurut data Wikipedia memiliki luas kurang lebih 25,80 km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 berjumlah  4.110 jiwa (2007) dan kepadatan penduduk 159,30 jiwa/km² sebagian besar masyarakatnya merupakan petani dan nelayan tradisional, sebagian lagi mencari nafkah dengan berjualan/berdagang.

Lokasi Pulau Telo, Kapuas
Jembatan Pulau Telo, Kapuas
Vegetasi mangrove yang masih bagus, satwa-satwa seperti burung, reptil dan serangga serta beragam kupu-kupu bisa di kembangkan sebagai objek wisata alam, lokasinya yang bertepatan di tengah sungai kapuas juga memungkinkan pulau ini untuk dikembangkan potensi wisata airnya melalui beragam permainan seperti banana boat, jet ski dan berbagai permainan lainnya. 

Di salah satu pulau di bagian tengahnya terdapat areal kosong yang pernah di tanami padi, di areal ini jika di kelola bisa di kembangkan sebagai tempat wisata pendidikan bagi anak-anak untuk belajar cara bertani. Sisanya cukup menambahkan area bermain serta tempat beristirahat maka dan beberapa fasilitas penunjang seperti toilet dan sarana ibadah di jamin pulau ini akan menjadi tujuan objek wisata baru yang menarik khususnya di Kapuas. 

Sebenarnya potensi Pulau Telo sudah dilirik oleh dinas Pariwisata kabupaten Kapuas. Menurut warga setempat tim kecil dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas pernah melakukan survei ke Pulau Telo  kecamatan Selat pada Februari 2012 lalu. Berdasarkan survey tersebut Dinas Pariwisata rencananya akan membangun Gazebo di salah satu Pulau Telo.

Baca SelengkapnyaPotensi Pulau Telo Sebagai Objek Wisata

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tahura Sultan Adam, Tujuan Rekreasi Akhir Pekan

Apa kabar sahabat merantau ?, semoga semuanya sehat dan senantiasa berbahagia. Jika kemaren saya cerita tentang kehidupan masyarakat di desa nelayan kuala lupak yang nyaris terisolir maka kali ini kita akan menuju salah satu tujuan rekreasi favorit masyrakat Kalsel di akhir pekan khususnya mereka yang tinggal di kawasan Banjarmasin dan sekitarnya yaitu Tahura Sultan Adam.
Lokasi sepi di mandiangin
Spot bersantai di Tahura Sultan Adam
Tahura Sultan Adam (Mandiangin) merupakan Taman Hutan Rakyat terluas ke 7 se-Indonesia dengan luas mencapai 112.000 Ha yang mencakup wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

air terjun mandiangin
Menikmati Sejuknya Mata Air
Kawasan Wisata Tahura Sultan Adam, Mandiangin boleh dibilang salah satu objek wisata alam terdekat yang bisa dituju oleh masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya. Sehingga tidak heran tempat ini jarang sepi dari pengunjung khususnya ketika akhir pekan. Mereka yang datang kesini memiliki beragam tujuan ada yang sekedar ingin rekreasi, penelitian, hingga reuni. 
hari yang ramai di tahura mandiangin
Kegiatan di Plaza Tahura Sultan Adam Mandiangin
penangkaran menjangan di tahura
Penangkaran Kijang di Mandiangin

Fasilitas objek wisata inipun lumayan lengkap, mulai dari warung-warung yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman, plaza untuk beragam kegiatan, arena permainan outbond serta arena bermain biasa. Adanya lapangan untuk kegiatan perkemahan serta kegiatan di alam terbuka membuat Tahura Mandiangin sangat dikenal oleh Komunitas Pecinta Alam, Pramuka, serta PMR. Di kawasan ini juga ada penangkaran Kijang (Montiacus muntjak) jadi bisa menjadi tempat edukasi bagi putra-putri anda mengenai hewan yang kini mulai langka tersebut.
macam anggrek di mandiangin
Anggrek di Tahura Mandiangin
Selain bisa bersantai dan menikmati berbagai permainan di arena outbond, pengunjung bisa menikmati kesegaran mata air alam di air terjun atau bercebur langsung di Kolam Belanda. Bagi yang gemar berfoto, sudut-sudut tahura dengan keindahan panoramanya akan mengubah anda menjadi "model" dadakan. 
anakan anggrek
Anggrek yang tumbuh di pepohonan di Tahura
Salah satu jenis anggrek yang ada di Mandiangin
Jika beruntung pengunjung Taman Hutan Rakyat Mandiangin juga bisa menikmati keindahan bunga beragam jenis anggrek di kawasan ini. Umumnya anggrek-anggrek alam tersebut tumbuh di dahan-dahan pepohonan yang dibawahnya mengalir mata air (sungai kecil). Beberapa jenis anggrek yang bisa ditemukan di Mandiangin antara lain Dendrobium secundum, Dendrobium crumenatum, Cymbidium, Aerides dan jenis lainnya.

Untuk Menuju objek wisata ini sangat mudah, gunakan saja transportasi darat baik roda dua maupun roda 4, ambil rute menuju arah Banjarbaru, pada perempatan bundaran Banjarbaru ambil jalan lurus arah yang sama jika hendak menuju Aranio (waduk riam kanan). Di pertigaan akan ada pelang dengan tulisan objek wisata Tahura Mandiangin di sebelah kanan, masuk dan lurus saja sampai ketemu portal yang dijaga petugas retribusi. Cukup dengan membayar uang masuk Rp. 2500,- untuk sepeda motor dan Rp. 5000,- mobil maka anda sudah bisa bersantai di tempat wisata ini.
Baca SelengkapnyaTahura Sultan Adam, Tujuan Rekreasi Akhir Pekan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengunjungi Peternakan Kerbau Rawa di Negara, Kalsel

Kerbau rawa atau yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan "hadangan" merupakan jenis kerbau air "Bubalus bubalis carabanensis" dari Asia Tenggara. Di Kalsel salah satu habitat yang Kerbau Rawa yang cukup populer adalah "Danau Panggang" yang kerap menjadi tujuan bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

kerbau rawa di Kalsel
Kerbau Rawa atau Hadangan

peternakan kerbau rawa
Kandang Kerbau rawa

Selain di Danau Panggang, peternakan Kerbau Rawa sebenarnya juga terdapat di beberapa daerah lain di Kalimantan Selatan, antara lain di Pelaihari, Barito Kuala dan Negara (HSS). Kebiasaan unik Kerbau Rawa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melihat langsung aktivitas mereka di lahan rawa.
wisata kerbau rawa di Kalsel
Kerbau Rawa Negara, HSS Kalsel
kerbau rawa Kalsel
Kerbau Rawa di Kandang atau Kalang
Seperti halnya sebagian besar daerah di Hulu Sungai Utara, dataran rendah di Negara (HSS) juga akan berubah menjadi danau (rawa) sejauh mata memandang ketika memasuki musim peghujan. Di sini masyarakat tinggal di "rumah panggung" dan beraktivitas di jembatan kayu (titian) atau di atas perahu motor (kelotok atau ces).
Pemandangan Rawa di Kalimantan Selatan
Pemandangan Rawa Negara HSS-Kalsel
masyrakat rawa kalsel
Aktivitas Masyarakat Menggunakan Ces di atas Rawa
Selain menggantungkan hidup sebagai nelayan ikan air tawar, masyarakat di Negara juga terkenal pandai berdagang dan pengrajin. Para pengrajin sudah dikenal hingga keluar daerah Kalsel, mereka umumnya tinggal di satu kampung sesuai ke ahlian atau hasil kerajinannya, sebagai contoh kampung pengrajin emas disebut kampung "pa amasan".
masyarakat rawa negara hss
Penjual jajanan di atas perahu
Selain berprofesi sebagai Pedagang, Nelayan, dan Pengrajin, di Negara juga terdapat beberapa kelompok yang masih aktif menjadi peternak Kerbau Rawa meski tidak sebanyak dulu. Kerbau rawa hidup dan beraktifitas di rawa-rawa, meski memiliki bobot badan yang berat mereka sangat pandai berenang bahkan terkadang menyelam. Setiap pagi, pemiliknya membukakan kandang atau kalang dan satu persatu kerbaupun terjun ke air dan mencari makan berupa rerumputan yang tersebar di rawa yang luasnya berhektar-hektar.  Ketika hari menjelang sore, gerombolan kerbau rawa ini akan kembali ke kandang dan uniknya mereka bisa kembali ke kandangnya semula tanpa salah alamat, padahal di sekitar area tersebut terdapat kandang-kandang kerbau rawa milik peternak yang lain.
Kelebihan kerbau rawa kalsel
Kandang kerbau di atas rawa
kandang kerbau rawa
Kandang atau Kalang Kerbau Rawa (Hadangan)
Pemilik kerbau nyaris tidak menggembalakan kerbau rawa ini, mereka hanya membuka Kandang saat pagi hari dan mengecek jumlah kerbau rawa saat sore hari. Meski demikian mereka harus ekstra waspada saat malam hari, karena kalau tidak di jaga kerbau-kerbau tersebut bisa di curi.
Pengamatan Kerbau Rawa Kalsel
Mengamati Aktifitas Kerbau Rawa dari Kandang/Kalang
Untuk menuju lokasi, pertama kita menuju Desa Hamayung kec. Daha Utara, Negara, kalimantan selatan yang berjarak sekitar 165 km dari Kota Banjarmasin atau sekitar 30 Km dari Kota Kandangan (HSS). Selanjutnya dari desa Hamayung, transportasi yang digunakan untuk menuju peternakan adalah perahu motor (kelotok) atau ces, kurang dari 1 jam biasanya perahu sudah tiba di lokasi peternakan kerbau rawa. Jika anda tiba siang hari biasanya akan menemukan gerombolan kerbau rawa yang sedang beraktifitas mencari makan, pada waktu ini kita tidak akan melihat kerbau di kandangnya kecuali yang sakit atau akan melahirkan. Bagaimana tertarik untuk melihat kehidupan kerbau rawa?.




Baca SelengkapnyaMengunjungi Peternakan Kerbau Rawa di Negara, Kalsel

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Objek Wisata Pagat Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan

Penasaran karena belum sempat berkunjung ke objek wisata di barabai saat menjelajah Gunung Balu Desa Nateh beberapa waktu lalu akhirnya saya memutuskan kembali ke bumi Murakata. Kali ini kami kembali start dari Banjarmasin namun karena hanya berdua kami berangkat menggunakan sepeda motor. Cuaca yang tidak bersahabat membuat waktu tempuh perjalanan menjadi semakin lama, hujan lebat disertai angin kencang sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor meski kami sudah mempersiapkan mantel hujan. Alhasil perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 4 jam meleset jauh menjadi sekitar 5,5 jam karena harus beberapa kali berteduh. 

Harga tiket masuk wisata pagat Barabai
Loket Masuk Objek Wisata Pagat Kec. Batu Benawa Kab. HST

Cara menuju objek wisata pagat
Tujuan Rekreasi Objek wisata Pagat Kec. Batu Benawa, HST Kalsel


Di Bumi Murakata, kami langsung menuju rumah Agustina, salah seorang kawan lama. Niatan semula sebenarnya hanya untuk minta tolong sebagai penunjuk jalan atau guide, karena kami tidak begitu menguasai daerah ini. Namun keluarga tersebut sangat murah hati sehingga kami di jamu makan malam dan di perkenankan menginap. 
Sungai di ojek wisata pagat Barabai
Sebenarnya ada banyak objek wisata di Hulu Sungai Tengah (HST) namun yang cukup populer salah satunya adalah Objek Wisata Pagat. Seperti halnya objek wisata Sungai Kembang, wisata Pagat juga merupakan tipe wisata alam arus sungai. Bedanya objek wisata ini sudah di kelola cukup lama dengan beberapa fasilitas yang juga lumayan lengkap.
objek wisata di Barabai
Jembatan Wisata Pagat Hulu Sungai Tengah
Jarak Objek Wisata Pagat Hulu Sungai Tengah dari rumah  Agustina tidak begitu jauh, hanya butuh sekitar 15-20 menit menyusuri jalan pedesaan kami telah tiba di depan pintu loket Objek Wisata yang berada di kecamatan Batu Benawa ini. Dengan membayar tiket masuk sekitar Rp. 2.500,- pengunjung bisa menikmati objek wisata ini.
Sungai di ojek wisata pagat Barabai
Di dalam lokasi objek wisata pengunjung bisa menikmati pemandangan dari atas puncak bukit atau merasakan segarnya air sungai pegunungan.  Di sisi seberang sungai juga ada gua yang sering menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto, menurut cerita gua ini ada penunggunya loh, jadi kalau mau berfoto harus permisi dulu jika tidak fotonya akan rusak atau ada penampakan, percaya atau tidak terserah anda.
Tangga Menuju Puncak di Objek Wisata Pagat

pemandangan di HST
Pemandangan dari Puncak objek wisata pagat
Untuk menyebrang sungai ada dua jenis jembatan yang disediakan, anda bisa memilih jembatan bambu berada di bagian bawah atau di permukaan sungai atau jembatan gantung yang berbahan kayu ulin (kayu besi) keduanya sama-sama di tarif Rp. 1000,- per orang. 





Baca SelengkapnyaObjek Wisata Pagat Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukit Batu, Tempat Wisata ber Nuansa Magis di Kalimantan Tengah

Bukit Batu adalah salah satu objek wisata yang dapat anda kunjungi di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Nama Bukit Batu memang tidak sepopuler Trip Orangutan di mata wisatawan, tetapi merupakan salah satu tujuan rekreasi yang cukup familiar khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten Katingan serta Palangkaraya dan sekitarnya. Bahkan lokasi objek wisata yang berada di tepi jalan raya ini menjadi salah satu tempat persinggahan favorit pengendara lintas kota dan provinsi untuk melepas letih selama perjalanan.
Beberapa tempat yang di anggap sakral
Objek Wisata Bukit Batu berada di Kabupaten Katingan tepatnya berada sekitar 70 km dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sesuai dengan namanya, Bukit Batu merupakan bukit kecil dimana terdapat bongkahan-bongkahan batu besar yang  di antaranya menurut masyarakat sekitar merupakan tempat orang sakti melakukan semedi (bertapa) salah satunya adalah Tjilik Riwut. 
Batu-batu Besar dengan riwayatnya sendiri
Di Bukit Batu, Nuansa magis terasa sangat kental. Kain-kain kuning yang di balutkan pada altar, atau pohon tertentu menunjukan bahwa tempat tersebut bersifat sakral. Selain pengunjung yang datang untuk berwisata, tempat ini juga kerap didatangi oleh mereka yang akan berdoa (memohon hajat).

Beberapa batu/tempat di kawasan ini  di yakini memiliki penunggu dan bertuah seta memiliki sejarah tersendiri di antaranya :

Batu Kamiak, tempat burung kamiak/tambul anak bertengger untuk menjaga alam sekitarnya.
Batu Tingkes, tempat orang yang ingin mengetahui nasib dan kehidupannya apabila dapat masuk dan keluar Batu Tingkes maka kehidupannya akan bahagia dan sebaliknya bila gagal maka hidupnya akan menderita.
Batu Gaib, tempat roh halus yang suka menolong manusia sewaktu kesusahan.
Batu Dewa, tempat roh khayangan, apabila berjodoh maka orang tersebut dapat menjadi paranormal.
Batu Keramat, mempunyai hubungan dengan riwayat kehidupan Tjilik Riwut.
Batu Raja, mempunyai nilai yang paling istimewa, apabila seseorang pemimpin mendapatkan batu ini ia akan bersifat adil dan bijaksana.
Batu Darung Bawan, orang yang gagah berani dalam membela kebenaran setingkat dengan Bandar Rambang. Mereka orang gaib sebagai penghuni Bukit Batu Manuah.
Batu Sial, tempat orang membuang sial.
Salah satu batu/tempat yang di percaya mengandung kekuatan gaib
Untuk menuju lokasi, rute yang di ambil adalah menuju Kabupaten Katingan, arah yang sama jika hendak menuju Kota Sampit. Lama perjalanan jika berangkat dari kota Palangkaraya berkisar 1,5 jam yang bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat, namun untuk transportasi umum sepertinya belum sering digunakan sehingga harus menggunakan kendaraan pribadi atau carter.
Pendopo Bukit Batu
Bukit Batu Katingan di kelola oleh Disporbudpar Kabupaten Katingan, untuk masuk kawasan ini setiap pengunjung akan dikenakan biaya retribusi Rp 2000,- per orang dan di kenakan biaya tambahan Rp. 1000,- untuk yang menggunakan sepeda motor. Beberapa fasilitas yang tersedia di objek wisata ini antara lain, mini kios yang menyediakan makanan dan minuman, kamar mandi dan toilet, area parkir, serta sebuah pendopo. Di beberapa titik juga telah di sediakan tempat sampah bagi pengunjung untuk menjaga area ini tetap bersih. 
Baca SelengkapnyaBukit Batu, Tempat Wisata ber Nuansa Magis di Kalimantan Tengah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sei Kembang, Tempat Rekreasi Murah Meriah

Bagi anda yang mencari tempat rekreasi murah meriah untuk mengisi akhir pekan khususnya di seputaran Banjarbaru, Martapura dan Banjarmasin, Sungai Kembang bisa menjadi alternatif pilihan. Sungai Kembang atau biasa juga disebut dengan Sei. Kambang berada sekitar 20 km-an dari Kota Banjarbaru atau sekitar 64 km jika ditempuh dari Banjarmasin.
Wisata alam sungai kembang Kalsel
Objek wisata Sungai Kembang

Sungai Kambang Kalsel, tempat rekreasi murah meriah



Sei. Kembang (ejaan Banjar = Kambang) berada di desa Tambela Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Kawasan ini dikenal pula dengan nama Riam Tambela. Sei Kembang atau Riam Tambela merupakan objek wisata alam arus sungai yang cukup ramai di kunjungi pada akhir pekan atau hari libur.
tempat rekreasi murah meriah di Kalsel
Wisata Arus Sungai Riam Tambela, Aranio Kalimantan Selatan
Pemandangan alam serta gemercik arus air yang menerpa bebatauan akan "membujuk" siapa saja yang mampir untuk mandi di kawasan ini, terlebih saat cuaca cerah. Namun, anda harus berhati-hati, bebatuan yang licin serta arus sungai yang deras bisa berbahaya jika sampai terpeleset. 
tempat rekreasi di sekitar Banjarmasin
Menikmati segarnya Air dari mata air alami

Sayangnya sulit menemukan kios atau warung di sekitar lokasi ini, sehingga jika anda ingin rekreasi atau berwisata ke tempat ini sebaiknya membawa bekal sendiri dari rumah. Sebenarnya di lokasi ini ada beberapa warung namun sepertinya sudah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya. Saat saya berkunjung, tidak ada loket retribusi di tempat rekreasi ini yang ada hanya biaya untuk parkir kendaraan. 

Untuk mencapai lokasi rekreasi Sei. Kembang sangat mudah, perjalanan bisa anda tempuh baik menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Bagi anda yang berangkat dari Banjarmasin rute yang di ambil adalah ke arah Banjarbaru, selanjutnya di bundaran Banjarbaru pilih jalan lurus atau arah yang sama untuk menuju Aranio atau Waduk Riam Kanan, maka nanti anda akan sampai di Sei. Kambang.


Baca SelengkapnyaSei Kembang, Tempat Rekreasi Murah Meriah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesona Terpendam Waduk Riam Kanan

Waduk Riam Kanan adalah salah satu tujuan wisata yang masih belum di optimalkan oleh pemerintah setempat, namun demikian Pesona Waduk Riam Kanan mengundang decak kagum mereka yang pernah kesana.

Biaya taksi kelotok di Riam Kanan
Pelabuhan Tiwingan, Aranio

Riam Kanan merupakan satu-satunya waduk (danau buatan) yang ada di Kalimantan Selatan yang terletak di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Pembangunan waduk yang menghabiskan waktu sekitar 10 tahun tersebut membendung 8 sungai serta menenggelamkan 8 desa (kampung). Pada  30 April 1973 waduk tersebut  di resmikan  oleh Presiden Soeharto.
Pelangi di Waduk Riam Kanan
Selain untuk berwista ke Pulau Pinus, mereka yang datang ketempat ini umumnya adalah untuk memancing. Pemancing ini umumnya ramai di akhir pekan, biasanya mereka sudah tiba di dermaga Tiwingan sejak hari jum'at atau hari Sabtu. Dengan menyewa perahu motor (kelotok) mereka bergerak dan berpindah dari satu spot ke spot pemancingan lainnya. Karena bermalam, maka biasanya pemilik kelotok telah menyiapkan peralatan memasak secukupnya. Menyantap ikan hasil tangkapan sendiri sembari menikmati pemandangan langit di malam hari ditemani riak kecil air waduk akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Karena umumnya pemancing berangkat dalam rombongan biaya sewa perahu motor (kelotok) pun menjadi lebih ringan, rata-rata biaya sewa kelotok adalah sekitar Rp. 400 Ribu, atau tergantung jarak spot yang di tuju dan lamanya bermalam.
Pondok tempat istirahat penjaga keramba ikan
Rumah Penduduk Lokal Waduk Riam Kanan, Aranio
Pengunjung waduk riam kanan lainnya adalah para pecinta alam yang akan menuju "Air Terjun Lembah Kahung". Untuk menuju lokasi tersebut satu-satunya transportasi yang tersedia adalah perahu motor (kelotok) yang memang sudah menjadi angkutan umum dikawasan tersebut. Jarak dari dermaga Tiwingan ke desa Belangian, pintu masuk untuk menuju Hutan Kahung cukup lumayan yaitu sekitar 2 jam perjalanan menyusuri waduk. Selama perjalanan inilah umumnya mereka mengabadikan berbagai "view' dan momen di atas Waduk Riam Kanan. Kehidupan masyrakat yang arif, air waduk yang membiru serta bukit-bukit yang tampak menghijau akan menjadi pemandangan yang menentramkan.
wisata waduk riam kanan
Salah Satu View di Waduk Riam Kanan

Sayangnya potensi belum intensif di kembangkan oleh pemerintah daerah, padahal Riam Kanan hanya berjarak sekitar 25 km dari Banjarbaru atau 60 km dari Banjarmasin jika di kembangkan mungkin tidak kalah dengan Danau Bedugul dan wisata danau lainnya yang tentu saja dapat menjadi sumber pendapatan baik untuk masyarakat setempat maupun pemerintah daerah.
Baca SelengkapnyaPesona Terpendam Waduk Riam Kanan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS